Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2012

minoritas nuslim di china

Pendahuluan Latar belakang Islam masuk ke China pada awal abad pertama Hijriyah (abad ke-7 M), tepatnya pada tahun 618 M, yakni pada masa pemerintahan Dinasti Tang (618-907 M). Pendapat ini menyatakan pula bahwa Islam masuk ke China dibawa oleh sahabat yang bernama Sa’ad bin Abi Waqqas dengan rombongannya yang berjumlah 15 orang. Islam masuk ke China melalui dua jalur utama, jalur darat disebut dengan Jalur Sutera dan jalur laut. Muslim di China mengalami periode mengerikan dan penganiayaan yang terus-menerus yang berlangsung sekitar tiga abad dibawah dinasti Manchu(1644-1911) pengalaman ini di abad sembialan belas membawa kepada revolusi-revolusi muslim dan kepada pendirian negara-negara muslim yang pendek dinegara Yunan, Kanshu dan Turkestan Timur. Semua negara ini di hancurkan biayaya sangat besar bagi kehidupan musllim. Setelah berdirinya RRC, ada 42000 masjid berbarengan dengan sekolah Islam. Masjid-masjid ini ada diseluruh negeri manapun muslim berada.sebuah kota sepert

ekonomi islam pada masa Abu Bakar

Pendahuluan Ciri dari pemerintahan Abu Bakar di bidang pranata sosial ekonomi adalah mewujudkan keadilan dan kesejahteraan sosial rakyat.untuk kemaslahatan rakyat ini ia mengolah zakat, infak,sadaqoh yang berasal dari kaum muslimin, ghanimah harta rampasan perang dan jizyah dari warga Negara non-muslim, sebagai sumber pendapatan baitul mal. Penghasilan yang diperoleh dari sumber-sumber pendapatan Negara ini di bagikan untuk kesejahteraan tentara, bagi para pegawai Negara,dan kepada rakyat yang berhak menerima sesuai ketentuan al-quran. Pada masa pemerintahannya yang hanya berlangsung selama dua tahun, Abu Bakar lebih banyak terkonsentrasi pada persoalan dalam negeri, dimana saat itu harus berhadapan dengan kelompok murtad, pembangkang zakat, dan nabi palsu. Yang berakhir dengan keputusan untuk berperang yang kemudian dikenal dengan perang riddah, perang melawan kemurtadan. [1] Dalam masalah perekonomian Abu Bakar tidak banyak melakukan perubahan, Iameneruskan sistem perekonom

diansti umayah di spanyoll

BAB I Pendahuluan Latar belakang Dinasti bani Umayah di Spanyol dirintis oleh oleh Abdurrahman I cucu Hysam bin Abdul Malik, khalifah kesepuluh dari dinasti umayyah di Damaskus ketika terjadi revolusi yang dilancarkan bani Abbas pada tahun 750 M. Keluarga bani umayah dibasmi habis habis sampai akar-akarnya tetapi ada satu yang bisa lolos yaitu Abdurrahman I. Ia menuju beberapa negara dan termasuk Afrika Utara. Dari sana ia berhasil memasuki Spanyol melalui berbagai usaha ia dapat menyusun suatu kekuatan sehingga pada akhirnya ia pun melalukan penakklukan sejumlah wilayah untuk   memperkuat kedudukanya dengan cara mendatangkan orang- orang Berber dari Afrika Utara dan melatih kemiliteran secara ketat [1] . Perkembangan politik umayah di Spanyol di bagi menjadi dua periode yaitu periode ke Amiran dan periode Ke Khalifahan. Di dalam makalah ini akan di bahas tentang periode ke Amiran (755-912M) [2] . Pada periode pertama para penguasa menggunakan gelar Amir diantaranya adal