Postingan

pemikiran nurrudin ar Raniri dalam kiab bustan Assalatin

Latar belakang masalah Nuruddin Ar-Raniri adalah negarawan, ahli fikih, teolog, sufi, politikus sejarawan dan sastrawan penting dalam sejarah Melayu pada abad ke-17. Nama aslinya adalah Nuruddin bin Ali bin Hasanji bin Muhammad Hamid Ar-Raniri. Ia lahir di Ranir (Rander), Gujarat, India, dan mengaku memiliki darah suku Quraisy, suku yang juga menurunkan Nabi Muhammad SAW. Ayahnya adalah seorang pedagang Arab yang bergiat dalam pendidikan agama dan salah satu karya monumentalnya adalah Bustan As Salatin yang membahas tentang sejarah dan politik. [1] Kitab ini mulai ditulis kurang setahun setelah Syekh Nuruddin berada di Aceh, tepatnya 4 Maret 1638, atas permintaan Sultan Iskandar Tsani. [2] Tujuannya ambisius, karena karangan ini ditulis dengan maksud sebagai monografi lengkap yang bersifat keagamaan dan sekaligus sejarah. Dalam manuskrip Raffles Malay 8, yang tersimpan di Royal Asiatic Society London, disebutkan oleh pengarangnya pada halaman 4: “Wa sammaituhu Bustan AL-...

pemikiran Jahm bin sofyan

Pembahasan oleh: Moh Teguh Prasetyo History and civilization Faculity A.                 Pengertian Jabariah Kata "Jabariyah" berasal dari kata bahasa arab "Jabara" yang artinya memaksa. Dan yang dimaksud adalah suatu golongan atau aliran atau kelompok yang berfaham bahwa semua perbuatan manusia bukan atas kehendak sendiri, namun ditentukan oleh Allah SWT. Dalam arti bahwa setiap perbuatan yang dilakukan oleh manusia baik perbuatan buruk, jahat dan baik semuanya telah ditentukan oleh Allah SWT dan bukan atas kehendak atau adanya campur tangan manusia. Golongan Jabariyah pertama kali muncul di Khurasan (Persia) pada saat munculnya golongan Qodariyah, yaitu kira-kira pada tahun 70 H. Aliran ini dipelopori pertama kali oleh Ja’d bin Dirham kemudian disebarkan oleh Jahm bin Shufwan dari Khurasan. Dalam perkembangan selanjutnya faham al-jabar juga dikembangkan oleh tokoh lainnya Al-Husain bin Muhammad An-...